Advertisement
Advertisement

Tingkatkan PAD Sektor Pajak, BPPRD MUBA Pasang Tapping Box

Advertisement

Muba- MNN, Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Musi banyuasin MUBA ,Sumatera Selatan, memasang beberapa alat perekam data transaksi wajib pajak secara online (Tapping Box) untuk memastikan kepatuhan wajib pajak daerah. Kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari KORSUPGAH Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI).

Dari pantauan awak media ini di lapangan ada pelaku usaha yang masih bingung dengan pemasangan Tapping Box ini, seperti yang dikatakan oleh salah satu pelaku usaha atau wajib pajak yang ada di MUBA yang tempat usahanya akan dipasang tapping box oleh petugas BPPRD yang tidak mau nama dan tempat usahanya disebut, mengatakan saya bingung kenapa ditempat usaha saya mau dipasang tapping box sedangkan ini adalah usaha saya dan tempat usaha serta modal saya sendiri kenapa harus diawasi dan mau tau penghasilan kami perhari.

Ditempat terpisah ketika ditemui diruang kerjanya Kepala BPPRD MUBA Riki Junaidi mengatakan dapat dimaklumi kalau ada pelaku usaha yang masih bingung dengan pemasangan taping box ini, karena memang selama ini mereka melakukan pencatatan transaksi secara manual sekarang secara online, hal ini sesuai dengan arahan dan perintah dari Korsupgah KPK RI yang mewajibkan seluruh pelaku usaha Rumah Makan, Hotel, Hiburan dan Parkir untuk dipasang Tapping Box. Sebelum pemasangan alat ini kita sudah melakukan sosialisasi ketempat pelaku usaha atau wajib pajak yang ada di MUBA bahkan sudah dibuat surat pernyataan kesediaan untuk dipasang tapping box. Saya yakin kalau pelaku usaha dan wajib pajak sudah mengetahui fungsi dan kegunaannya mereka semua akan bisa menerima, karena pemasangan tapping box ini berlaku diseluruh Indonesia, bukan hanya di Muba.

Advertisement

Kita akan terus berusaha memberi pengertian kepada pelaku usaha atau wajib pajak bahwa pemasangan Tapping Box ini adalah hal yang biasa dan wajib ditaati, agar pembayaran pajak daerah dapat berjalan secara tranparan.

Riki juga menambahkan saat ini kita sudah melakukan pemasangan Tapping Box untuk tahap pertama dipasang di 10 lokasi usaha. Alat itu diprioritaskan untuk dipasang pada pelaku usaha hotel, restoran dan hiburan. Target yang akan kita pasang sebanyak 50 buah Taping Box, tapi dari Bank Sumsel Babel baru bisa merealisasikan 10 buah, insya allah yang 40 buah akan segera menyusul. Menurut Riki bahwa pemasangan Tapping Box ini adalah kerjasama antara Bank Sumsel Babel, Pemkab Muba dan Korsupgah KPK RI.

Advertisement

“Sudah ada 10 wajib pajak yang kami pasang Tapping Box,sehingga setiap harinya secara realtime data transaksi dari lokasi usaha wajib pajak akan secara otomatis masuk ke database BPPKAD,”Senin,(7/12/2020).

Riki juga melanjutkan pemasangan Tapping Box akan memudahkan BPPRD melakukan pengawasan Pajak Daerah yang harus disetor ke kas daerah. Menurutnya, BPPRD kini memiliki layar monitor untuk memantau transaksi yang dilakukan wajib pajak.

Setelah transaksi dapat dipantau langsung, BPPRD akan memudahkan pelaku usaha melaporkan pajak yang disetor melalui aplikasi secara online. Dengan demikian, pembayaran pajak daerah dapat dilihat secara transparan.

Riki menambahkkan BPPRD akan terus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Muba dari Sektor Pajak Daerah. Ia meminta kepada pelaku usaha dan wajib pajak untuk taat dan patuh pajak alam rangka menuju masayarkat sadar pajak, karena pajak daerah yang kita bayarkan merupakan salah satu komponen dari APBD Muba yang akan digunakan untuk pembangunan Musi Banyuasin, jadi Pajak Dari Kita untuk Kita.tegasnya (**).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *